Home » » Garut Kota Termahal Bukan Hoax

Garut Kota Termahal Bukan Hoax

Beberapa minggu ini Garut kembali berkibar namanya, namun bukan tentang politik atau dunia kriminal, kali ini tentang betapa mahalnya Wisata Garut, baik penginapan sekelas motel hingga hotel dan resort yang harganya tidak manusiawi, juga harga tiket dari beberepa tempat wisata di Garut yang cukup menguras isi dompet, bukti-bukti pun di photokan di curhatkan di media sosial, bahkan salah satu pemilik akun Facebook yang bernama Kang Adin, beliau telah memposting salah satu tempat wisata pemandian air panas di daerah gunung papandayan yang harganya cukup menguras uang THR.

"Wajah baru Taman Wisata Papandayan

Tiket masuk gerbang pertama : 35 rb / orang
Parkir : 17 rb
Masuk kolam renang : 24rb / orang
Jadi kalo mau kesana,, biaya perorangnya harus sedia uang 76 rb.
Jangan datang yaaah,, KALAU punya uang pas-pasan.. "

Begitulah tulisan kang Adin di dinding facebooknya dengan menampilkan 7 photo hasil jepretannya dari tempat pemandian air panas di papandayan, dan hebatnya postingan kang adin menjadi viral, dengan di bagikan lebih dari 1035 kali, dan like mencapai 1000 lebih.

Screen Shoot Kang Udin

Selain itu ada juga beberapa akun lain yang menceritakan betapa menyesalnya saat mereka berwisata di Garut, seperti akun kio waluyo yang mengeluh saat berwisata ke pantai selatan, yaitu pantai Santolo dengan beberapa kali di tariknya uang tiket, bahkan sampai 3-4 kali hingga kiowaluyo mengeluatkan uang kurang lebih hingga 35.000-70.000/orang, sedangkan untuk parkir beda lagi, akun berikutnya bernama Muhammad Dede Sumarna dengan mengeluhkan betapa mahalnya wisata di Garut selatan, hingga Beliau mengupload photo tiket dengan statusnya "#kapokwisatateh" dan masih banyak akun-akun lain yang mengeluhkan betapa mahalnya Wisata Garut, hingga harga WC aja Rp. 5.000an.

Tiket Masuk Santolo 

Munculah beberapa pertanyaan dari setiap postingan, mulai dari yang menanyakan pemerintan, Dinas Pariwisata, Polisi hingga Bapak Bupati Garut, kenapa wisata Garut bisa semahal itu dan kenapa fasilitasnya pun sangat standar, bahkan beberapa di bawah kata layak. harga mahal di saat libur lebaran atau pun saat libur panjang ini terus berulang-ulang, kami pun tidak mengerti siapa penyebabnya, apakah itu Preman jalanan atau preman berseragam ? atau mungkin pengemis berwajah sangar, hingga pengemis berseragam ? sampai saat ini tidak ada kejelasannya.

Awalnya kabar yang booming tentang mahalnya wisata dan hotel di Garut di sangkal, hingga di anggap hoax, hingga akun Bpc PHRI Garut pada tanggal 22 Juni telah memposting kabar gembira dengan Bapak H. Rudi selaku Bupati Garut yang langsung memberikan pernyataan bahwa tidak benar wisata dan hotel di Garut itu mahal, 


PHRI

Namun sayangnya saat di lapangan semua ini terbantahkan, ulah oknumkah ?, preman ?, ajimumpung ? kadal buntung ? entah siapa yang harus bertanggung jawab. yang pasti ini akan merugikan banyak pihak.

 Sadar wisata, Sadar Wisata, dan Sadar Wisata itu selalu jadi ajakan hingga jadi kata-kata mutiara, namun nyatanya hanya isapan jempol, meski tidak semuanya, adapun beberapa tempat wisata dan hotel yang kami survey sangat layak fasilitasnya, dan sangat sadar Wisata, antara lain Pantai Ranca Buaya, dan Kampung Sampireun Resort dan Spa, pelayanan terbaik dengan harga yang manusiawi dan sangat layak.

Kawasan Cipanas pun sering di keluhkan oleh beberapa ulah orang yang mencuci mobil yang di parkir dan di pinta uang hingga Rp 50.000, namun Garut dengan tempat wisatanya yang lengkap dan keasrian alamnya menjadi magnet tersendiri, serta letaknya yang strategis, jalur atupun jalan menuju Garut hanya satu kalau dari arah  barat yaitu melalui jalur bandung baik lewat Nagreg ataupun Kamojang, yang pasti orang yang datang ke Garut, dia pasti benar-benar berniat datang, entah itu mau wisata ataupun yang lainnya. dan dari arah Timur hanya lewat Singaparna, jadi Garut bukan jalur transit seperti bogor dan sukabumi.

Cipanas 


Sejak Jaman Kerajaan Padjajaran Garut sudah terkenal dengan Kesatria dan Prajuritnya, Tasik dan Ciamis adalah tempat kelahiran para Ulama, hingga watak keras dan sifat Jawara turun temurun hingga kini, setiap tempat pasti selalu ada sang jawara, jadi jangan heran jika premanisme masih sangat kental dengan Kota Intan ini. jadi tantangan sendiri bagi siapapun yang ingin memajukan Garut, khusunya di 2018 yang akan datang, warga Garut akan kembali berpesta demokrasi memilih calon pemimpinnya, dan moga saja bisa membawa Garut jauh ke arah yang lebih baik.

Mungkin sebutan Garut adalah daerah termahal bukan hisapan Jempol belaka, ulah sebagian oknum ini akan berimbas dan merugikan banyak pihak, baik swasta hingga pemerintah bahkan masyarakat Garut pada umumnya. kami pun selaku penggiat Wisata khususnya di bidang jasa Tour Organizet dan Trip Planner sangat merasakan efeknya, hingga pertanyaan "kenapa Garut mahal ?" menjadi makanan kami tiap harinya. entah apa yang harus kami jawab dan siapa yang harus kami salahkan ?. beban berat buat kami, karena kami satu-satunya Tour Organizer Legal dan Formal yang hanya menjual Garut.

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Hitstats

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Info Wisata | HdG Team - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger