Home » » Prof. Dr. Doddy Achdiat Tisna Wijaya

Prof. Dr. Doddy Achdiat Tisna Wijaya

Putra Garut yang dilahirkan 15 Maret 1925, sebagai ilmuan yang sarat dengan prestasi, menghabiskan masa sekolahnya sejak kecil perpindah-pindah karena situasi pada masa itu. Setamat HIS Pasundan Tasikmalaya, Doddy melanjutkan ke MULO Bandung. Menjelang ujian akhir, bala tentara Jepang menduduki Indonesia dan ia pun melanjutkan Sekolah Menengah Tinggi di Jakarta. Ketika duduk di kelas 3, Proklamasi dikumandangkan Doddy pun turut serta merebut senjata dari Jepang dan mendirikan BKR bersama Syarif Tayeb dkk. Karena saat itu kakaknya pulang dari Palembang dan minta di antar ke Tasikmalaya, maka ia pun meninggalkan Jakarta. Di Tasikmalaya ia pun menggabungkan diri dengan polisi tentara dan menjadi ajudan Umar Wirahadikusumah. 

Ketika ada informasi di Malang dibuka Universitas ia masuk ke kedokteran, tahun 1947 ia pulang berlibur ke Tasikmalaya. Karena orang tuannya sedang mengungsi di Manonjaya dan lagi-lagi ia tidak bisa kembali ke Malang karena terhadang agresi militer Belanda ke I. Ia pun bergabung dengan Tentara Pelajar (TRIP) bersama Solihin GP, ketika tentara di Jawa hijrah ke Jogya ia diijinkan untuk tidak ikut karena baru menjalankan tugas berat dari Jogya. Ia pun kembali ke posnya namun tidask ada lagi orang yang dikenal. Mendengar di Bandung dibuka universitas, ia pun masuk ke fakultas tehnik dan MIPA Jurusan Biologi (1948). Ia menolak beasiswa karena menganggap uang dari penjajahan. Pada tahun 1953 ia mendapat beasiswa ke Jerman dan lulus untuk memperoleh gelar doktor dan lulus tahun 1956. 

Pria yang sifatnya lemah lembut dan persuasif, sehingga ditempatkan dimanapun ia selalu berhasil. Tahun 1957 ia kembali ke Indonesia dan mengajar di almamaternya (tahun 1959 menjadi ITB). TAhun 1960 ia mendapat beasiswa untuk mempelajari Biologi Radio dan Nuklir di AS dan kembali ke tanah air tahun 1962 menjadi Guru Besar, kemudian rektor selama 2 periode (1969 - 1677) lalu menjadi Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (sampai tahun 1983) merangkap sebagai rektor ITB lagi. Merangkap rector universitas 11 Maret di Solo. 1976-1984 merangkap sebagai Direktur Aski di Solo. 

Dialah yang membidani lahirnya IKI (Institut Kesenian Indonesia) gabungan dari berbagai perguruan tinggi kesenian. Tahun 1983-1989 ia pindah menjadi ketua LIPI dan tahun 1989 diangkat menjadi Duta Besar RI di Prancis. Selain aktivitasnya sebagai ilmuan, Duta besar ia pun aktif dalam kegiatan-kegiatan social dan keagamaan. Ia duduk di yayasan Salman yang mengelola mesjid Salman disunting oleh H. Endang Saifudin A. Ma dalam bentuk buku berjudul Iman, Ilmu dan Amal. Dan tahun 1960-1972 Doddy pun pernah menjadi anggota DPRD-GR Jawa Barat mewakili Cendikiawan. Tanggal 1993 Doddy pun dipanggil sang khalik di Jerman. 

Itulah Kisah salah satu Tokoh Garut yang meski kita kenal. 
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Hitstats

Contact US

Hub. Kami

CV Hotel di Garut

Pemandu Wisata Garut

Trip Planner & Tour Organizer

Alamat : Jambansari Rt. 004 Rw. 004

Alun-alun Bayongbong - Garut

No. Telepon Kantor :

085320907979

Reservation via SMS or Whatsapp :

089661436415

085320907979

Fast Respone Detail Information

(Data Center & Tourism Consultant):

089661436415

085320907979

email : kiowaluyo@gmail.com

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Info Wisata | HdG Team - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger